hidup itu memang (harus) berat

Kenapa Berat?  dan kenapa harus berat?

Kita lihat pekerjaan kita sekarang ini, kesibukan kita apa? hal yang telah kita lakukan dalam sehari ini apa aja? hasilnya apa aja? pertanyaan ini sekilas berlagak sok sibuk sih. tapi justeru pertanyaan ini adalah intisari jawaban pembuktian dari pernyataan yang sering disampaikan oleh Mimih kepada anak-anaknya “Manfaatkan waktu dengan baik Nak”.

Nah kan? sekarang sudah semester tua, mata kuliah yang diambil udah tinggal dikit, penelitian masih nunggu wangsit dan “inspirasi”. terus waktu yang sebegitu luangnya kita apakan coba selama ini?

Kalo ingat perjuangan orangtua yang dari nol membangun “kehidupan” untuk anak-anaknya, dari pengorbanan Mimih yang ngelembur untuk menjahit baju buat dijual ditengah redupan “damar”, dan perjuangan Abah yang sepulang dari sekolah tempat ngajar yang harus melewati tujuh sungai dengan sepeda hingga malam harus melanjutkan mengetik dengan suara mesin ketik di tengah sepinya malam. that’s sound so sweet to remember. karena hasilnya, kini perjuangan itu menjadi kisah manis untuk ketujuh anaknya yang kini bisa menginjak bangku kuliah semuanya. itu menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga ‘Betapa hidup itu memang berat dan harus berat" untuk bisa merasakan hal-hal yang manis di kemudian.

Dan kita? Ah, bahkan hingga saat ini kita masih sering membuang waktu untuk hal-hal yang tidak berharga. cerita seperti apa nanti yang akan kita ceritakan pada anak cucu kita.

Ketika kita enggan ataupun malas untuk meraih apa yang kita inginkan, mimpimu dulu itu hanyalah “sampah”. mana ada mimpi yang diraih dengan malas-malasan?!

Mari kita ingat kembali saat kita berada dalam “kesibukan”, semua bisa kita atasi dan hadapi dengan pembagian waktu yang sudah sedemikian rupa dibagi hingga akhirnya terlaksana, entah itu dengan lembur seharian, ataupun bahkan hingga lupa makan. Itu hanyalah bentuk perjuangan yang masih kecil. karena seringnya kita bahkan membuang waktu dengan tanpa adanya kegiatan yang bermanfaat, meski hanya sekedar membaca buku ataupun mendengar kabar tentang Negeri sendiri.

karenanya, catat, ingatlah dan rekamlah dalam memori kita, bahwa Hidup itu memang berat dan harus berat untuk bisa merasakan sebuah senyuman kepuasan atas hasil yang telah kita upayakan. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s