hati dan Akal

rasa-rasany memang benar ketika oranng kebanyakan bilang : lelaki itu lebih menggunakan akal, sedangkan perempuan itu lebih menggunakan hati.

Ya, tidak ada yang salah dengan pemaknaan tersebut, hal tersebut bisa diuji dalam mata kuliah statistika. seperti kata temenku bilang, dalam bermain kode lelaki itu sangat menguasai karena menggunakan akalnya dalam berfikir untuk memecahkan kode tersebut, sedangkan perempuan sebagian sangat kesulitasn untuk dapat memecahkan kode tersebut.

itu ilmu saja sudah berujar demikian.

Lalu apa kata Kita?

baiklah, Mari mencoba mengurai pemaknaan dan kinerja akal.Dia bekerja berdasarkan logika yang ada. kemampuan tersebut mampu memberikan keyakinan fakta akan suatu keadaan dan tahu apa yang harus dilakukannya sesuai dengan terawangan akalnya. tegap langsung untuk bergegas dalam menghadapi keadaan (harusnya). ketika akal sudah mencapai titik kesesuaian prediksi dengan kenyataan hasil berfikir, akal muncul kemudian sikap buruk manusia  pada mereka yang sudah merasa memiliki kemampuan akal lebih, Sombong. Demikianlah, terkadang akal menggerogoti diri sendiri dengan kenyataan akan kebenaran yang telah diuraikannya secara nyata.

sedangkan Hati, Ah, berbicara tentang Hati ini terlalu sensitif, tidak pernah jauh dari “rasa”. berbicara dari hati ke hati sedikitnya akan mampu meluluhkan kerasnya akal yang kadang sudah membengal. bahkan terkadang bisa melunakkan amarah atas emosi yang menempa. itu untuk hati yang berada pada jalan yang realistis. tapi seringnya, hati itu tidak realistis. menghadapi yang seharusnya demikian saja kadang menciut ketika dihadapkan dengan “hati”. memilih “rasa” saja kadang akal mampu terkalahkan oleh hati jika sudah berbicara tentang “rasa”. Tiada yang mampu menahan kehendak, dan seringnya kita terjatuh, pada lubang sekalipun pada lubang yang sama,

ketika hati sudah menguasai diri, Berhatil-hatilah, karena justeru akan sangat berbahaya bagi kita. Perhatikanlah, kemudian akan bermuncullan berbagai Penyakit Hati yang secara langsung akan merasuk diri dan merusak diri lebih leluasa.penyakti hati itu banyak, ada iri, dengki, hasud, ghibah, dan penyakit lainnya yang juga mampu menjadikan penyakit yang berasal dari kesombongan akal juga berpengaruh.

Tapi, dengan adanya akal dan hati yang demikian itulah didapati sebuah penyatuatapan “rasa” yang menyatu, saling melengkapi. Hati dan Akal bersama lewat perantara dua jenis manusia ciptaanNya. Lelaki dan Perempuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s