Hierarki “Salam”

Maulid Nabi senantiasa diramaikan dengan bacaan shalawat sebagai tnada kecintaan Hamba kepada KekasihNya, Rasulullah Muhammad, SAW.

Ya Nabi salaam ‘alaika

Ya Rasul salaam ‘alaika

Ya Habib salaam ‘alaika

Shalawatullah ‘alaika

Kenapa harus demikian sapaannya? Nabi dulu, kemudian Rasul, lalu baru Habib yang disebutkan?

Hal tersebut semacam Hierarki, Kata beliau, kyai kami. Gus Zaki. Jika diperhatikan, Nabi dan Rasul itu merupakan “Jabatan” yang diberikan Allah kepada para kekasihNya yang hanya Dia sajalah yang memiliki kewenangan untuk memberikan “jabatan” tersebut. Namun kenapa ada “Habib” dalam rangkaian shalawat itu? Karena sapaan “Habib” itu bisa dicapai oleh kita sebagai manusia yang sangat mencintaiNya dan kekasihNya melebihi segalanya. Karenanya, kecintaan kepada Rasul Allah itu merupakan sebuah kewajiban yang fanatik harus dilakukan oleh hamba-hambaNya.

Ngaji Bapak dalam acara Maulid Nabi di Masjid Darussalam. Krapyak. 23 Januari 2014.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s